Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2013

Pekerjaan Menuju Bahagia

"Hal terbaik di dunia ini adalah sesuatu yang dikerjakan oleh tangan."

Tulisan itu tanpa sengaja kutemukan di sebuah rajutan tangan milik seorang teman. Tentu saja aku membenarkan sekaligus meyakininya. Apalagi setelah beberapa tahun terakhir ini, aku memutuskan untuk fokus dalam urusan pekerjaan tangan ini (baca: sebagai penjilid alias book binder).

Sejak kecil aku membuat mainanku sendiri. Kesenangan ini memang terkondisikan oleh lingkungan keluarga. Ibuku meski bekerja di kantor, ia selalu menjahit sendiri baju untuk anak-anaknya. Sementara bapakku itu hobinya otomotif dan sangat senang mobil tua. Ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam sampai tengah malam, sepulang kantor hanya untuk mengutak-atik Opel Rekord Olympia tahun 1954nya itu. Selain terkondisikan, karena kedua orang tuaku bukan orang tua yang cukup berlebihan untuk membelikan mainan atau kesukaan anak-anaknya. Bapak lebih senang membelikan buku cara membuat atau buku aneka percobaan-percobaan daripada mainan ter…

Searching for Sugar Man (2012): Perjalanan Menemukan Rodriguez

dokumenter musik * * * * * Sutradara: 
Searching for Sugar Man (2012) adalah film dokumenter yang membuatku 'WOW!!' di akhir film. WOW!!  karena heran, takjub sekaligus sulit untuk percaya, bahwa ada manusia dengan kisah hidup seperti Rodriguez di dunia ini. Berawal dari rasa penasaran Stephen 'Sugar' Segerman seorang penggemar fanatik dan Craig Bartholomew Strydom, jurnalis musik atas rumor kematian musisi idola mereka yang bernama Rodriguez_ seorang musisi ballad dari era 70an asal Amerika yang begitu terkenal di Afrika Selatan. Selama ini lagu-lagu Rodriguez di album Cold Fact, menjadi lagu wajib perjuangan para penentang politik Apartheid di Afrika Selatan. Mungkin kalau di Indonesia lagu-lagu Rodriguez di Aftika Selatan seperti lagu-lagunya Iwan Fals di masa Orde Baru.

Namun siapakah Rodriguez ini? Sosoknya begitu misterius. Sepanjang karirnya sebagai musisi, hampir tidak pernah ada pemberitaan tentang Rodriguez. Album Cold Fact hanya terjual 50 ke…

Beasts of The Southern Wild (2012)

* * * * * Sutradara: Benh Zeitlin

Hush Puppy berlari sesana kemari. Mejelajahi semestanya di antara monster-monster dari selatan yang hidup bersamanya. Tanpa takut, tanpa ragu di tengah dunia yang ia pijak bisa runtuh sewaktu-waktu. Hush Puppy hanya perlu memastikan ayahnya hadir dalam kekuatan dan kerapuhannya sekaligus. 
"Semua Ayah di dunia ini boleh mati, tapi tidak dengan Ayahku." "Tidak Hush Puppy. Ayahmu yang ini sama seperti yang Ayah lain, dia juga akan mati."

Tak ada kesan glamour dan mewah sama sekali. Beasts of The Southern Wild yang dikategorikan sebagai film berbiaya rendah ini, menampilkan suasana daerah selatan yang kental: 'kampung di pedalaman', miskin, kumuh, terabaikan, namun penghuninya begitu akrab dan hangat satu sama lain. Dengan narasi serta sinematografi terasa begitu 'magical' namun sekaligus begitu 'riil', lekat dan membumi. 
Badai dan banjir menjadi tragedi yang justru diterima bukan dengan tangis dan airmata ol…