Saturday, July 28, 2012

#30hari30film Pull My Daisy - Film 28 Minutes - 1959: Ketika Robert Frank & Alfred Leslie Menafsir Jack Kerouac

Sutradara Robert Frank & Alfred Leslie
Story by Jack Kerouac
Lyrics by Jack Kerouac & Allen Ginsberg
* * * *

Koleksi film sahabatku ini: bu Tita & Pak Agus, selalu membuatku girang gemirang. Salah satu yang terbaru yang kutemukan selama di Yogja adalah film ini. Film pendek berdurasi 28 menit dengan narasi ditulis dan di bacakan oleh Jack Kerouac dan filmnya sendiri digarap oleh Robert Frank dan Alfred Leslie. Mereka semua adalah seniman-seniman di masa beat generation. 

Pull My Daisy merupakan naskah drama Jack Kerouac yang tak pernah di pentaskan. Di ambil dengan menggunakan kamera 16mm, hitam putih di loft studio milik pelukis Alfred Leslie, 4th Avenue, Manhattan, New York City.  Proses penggambilan gambarnya sendiri dimulai sejak bulan Januari 1959 sampai April 1959. Hanya satu orang aktris profesional yang terlibat dalam proyek film pendek ini. Sisanya, aktor dan aktris yang bermain adalah teman-teman sendiri, hanya dengan menggunakan satu kamera dan satu lampu saja. Meski begitu, tidak ada yang tidak dibayar kecuali Frank dan Leslie. Untuk membuat film ini mereka menghabiskan dana $15.000.  Meski semangat dari beat generation adalah spontanitas dalam berkarya, meski durasinya pendek saja, Frank dan Leslie mengaku mereka merencanakan film ini dengan sangat matang.

Filmnya sendiri berkisah tentang  penyair Allen Ginsberg, Peter Orlovsky dan Gregory Corso  ketiganya berperan sebagai diri sendiri juga seniman Larry Rivers (berperan sebagai Milo), Alice Neel (sebagai ibu bishop), musisi David Amram, Richard Bellamy (sebagai Bishop), Delphine Seyrig (istri Milo), Sally Gross (saudara perempuan bishop juga Pablo Frank (anak Robert Frank yang berperan sebagai anak dari pasangan Milo dan istrinya). Semua tokohnya berkumpul dalam sebuah acara makan malam yang digagas oleh istri Milo dengan Bishop sebagai tamu istimewa, dimana sang Bishop menceritakan tentang jalan kereta api brakeman. 

Semua tokohnya tidak ada yang berbicara secara langsung, karena Jack Kerouac berperan sebagai 'dalang' yang menuturkan kisahnya dari awal sampai akhir dengan gambar hitam putih dan gerakan mulut tokoh-tokohnya sesuai dengan apa yang dinarasikan Kerouac. Film ini menjadi komentar bagi berbagai persoalan seperti golongan konservatif Amerika, protes terhadap industrialisasi, masalah pendidikan, anti semit, seksualitas dan pembagian peran berdasarkan gender, agama dan juga patriotisme. Itu sebabnya dilm ini oleh Libary of Congress pada tahun 1996, masuk dalam kategori koleksi "budaya, sejarah atau kategori seni yang cukup penting". 

Ketertarikanku pada karya beat generation dan karena aku menyukai 'On The Road'nya Jack Kerouac, film ini menjadi penting untuk menangkap semangat beat generation lewat film yang dibuat langsung oleh mereka. Tentu saja akan sangat berbeda ketika mencoba menangkap semangat itu, lewat penafsiran generasi sesudahnya. Termasuk juga bagaimana bee boob jazz menjadi ciri musikalitas yang menonjol dari generasi ini. Aku sendiri masih mencerna  soal semangat dari karya-karya beat generation ini, sedang mencoba mencerna karya-karya dari seniman di generasi ini selain Jack Kerouac tentunya. 

Pull My Daisy
Tip My Cup
All My Doors are open
Cut my thoughts for coconuts
All my eggs are broken


Hop my heart song
Harp my height
Seraphs hold me steady
Hip my angel
Hype my light
Lay it on the needy


Pull My Daisy
Lyrics by Jack Kerouac and Allen Ginsberg
Music by David Amram
Singer: Anita Ellis

No comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails