Monday, March 05, 2012

Membebaskan Pertanyaan

Suatu pagi di jendela gudang selatan foto oleh vitarlenology
Katanya setinggi-tingginya maaf adalah ketika kita mampu menerima dengan iklas ketika orang lain tidak bisa mengerti niat baik kita. Tapi ternyata itu sulit. Meski ketika berhasil mencobanya hati terasa lebih longgar karena kita akan terhindar dari banyak pertanyaan tentang mengapa orang lain tidak bisa mengerti kita. 

Ternyata, tidak semua hal yang tidak kita mengerti perlu dipelihara sebagai pertanyaan yang menggantung dan membebani. Seringkali ketika pertanyaan-pertanyaan itu dibiarkan menyesaki hati, dia malah mengungkung pikiran dan rasa untuk leluasa mencari jawab. Bebaskan saja pertanyaan-pertanyaan itu. Biarkan waktu yang menjawabnya. Siapa tau, ketika kita iklaskan, waktu malah memberikan jawabannya dan hidup menunjukkan jalan pengertian baru atas apa yang sulit kita pahami selama ini.

Semakin bertambah usia, semakin banyak hal yang perlu di lepaskan, di iklaskan.

2 comments:

Ayu Welirang said...

Ya begitulah Mbak. Saya pun merasakan, bahwa semakin tua, semakin banyak yang mencoba kita cari tahu.. :)

Dinda Ramadhanty Gunawan said...

saya suka sekali tulisan ini, ada kalanya kita cuma bisa menunggu waktu untuk menjawab semuanya. izin share ya mbak tarlen :)

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails