Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2012

Siejinkwie dan Perjalanan Persahabatan

Hal yang paling menyenangkan di bulan ulang tahun adalah menerima hadiah dari seorang sahabat. Adalah Adi Marsiela yang tahun ini memberiku hadiah istimewa: mengajakku menonton Sin Jie Kwie di Negeri Ajaib, sebuah pertunjukkan teater produksi ke 126, Teater Koma di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 24 Maret 2012 lalu. Sebuah pertunjukkan yang diangkat dari roman karya Tiokengjian dan Lokdanchung dan disadur serta disutradarai oleh Nano Riantiarno, ini berlangsung hampir lima jam dengan sela istirahat 15 menit. 
Kami berangkat dari Bandung, Sabtu siang, berkereta ke Gambir menembus sore yang cerah. Langit sepanjang perjalanan begitu indah. Kebahagianku menerima hadiah ini, terasa gempita diiringi derap kereta Argo Parahyangan  yang membawa kami ke ibukota. Aku selalu suka bunyi kereta. Sejak melakukan perjalanan kereta ke Malang bersama cik Rani dua tahun lalu, baru sekarang aku melakukan kembali perjalanan kereta dengan seorang sahabat. Setiap detiknya begitu berharga, karena detik demi d…

The Rum Diary (2011): Kebimbangan Johnny Deep Atas Hunter S. Thompson

*    *    * Sutradara: Bruce Robinson
Bagi penggemar Hunter S. Thompson, seperti aku, film yang diangkat dari buku karangan Hunter, tentunya sangat wajib untuk di tonton. Apalagi Johnny Deep yang selama ini dikenal sebagai sahabat dekat Hunter S. Thompson, berperan sebagai tokoh utamanya.  Komentarku tentang film ini tentunya sangat dipengaruhi oleh film Fear and Loathing in Las Vegas, sebuah film yang diangkat dari karya Hunter yang lain.

Filmnya berkisah tentang Paul Kemp, seorang jurnalis Amerika yang pindah ke Puerto Rico untuk bekerja di surat kabar setempat. Sesungguhnya Kemp bukanlah seorang jurnalis, ia seorang penulis yang karyanya seringkali di tolak oleh banyak penerbit. Kepindahannya ke Puerto Rico, untuk mengadu peruntungannya yang akhirnya mendamparkan dia ke dalam lingkungan kerja surat kabar lokal dimana karir seorang jurnalis akan berakhir sebagai alkoholik, seperti rekan Kemp, Moberg yang diperankan oleh Giovanni Ribisi.

Sementara surat kabar tempat Kemp bekerja ad…

Ibuku Seluas Samudra

Hari ini ibuku genap 71 tahun. Namun dia yang memberiku hadiah super istimewa. Sebuah dukungan yang aku tau, itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Dia percaya, bahwa seberbeda keyakinan  apapun yang akan mendampingiku nanti, dia akan selalu mendukungku. Karena ibu percaya, itulah jalan kebaikan yang harus aku perjuangkan. Sebagai ibu bekal berharga yang ia berikan padaku adalah  kesempatan dan kepercayaan  padaku untuk berjuang dengan pilihan-pilihan hidupku. Dunia boleh menentang pilihanku, namun restu ibu yang akan selalu menemaniku.

Terima kasih ibu, kau beri aku tauladan atas kebesaran dan keluasan hatimu.
Selamat ulang tahun.

Ibuku dasar samudera
tempat lautan berpijak
dan sauh melabuh

Membebaskan Pertanyaan

Katanya setinggi-tingginya maaf adalah ketika kita mampu menerima dengan iklas ketika orang lain tidak bisa mengerti niat baik kita. Tapi ternyata itu sulit. Meski ketika berhasil mencobanya hati terasa lebih longgar karena kita akan terhindar dari banyak pertanyaan tentang mengapa orang lain tidak bisa mengerti kita. 
Ternyata, tidak semua hal yang tidak kita mengerti perlu dipelihara sebagai pertanyaan yang menggantung dan membebani. Seringkali ketika pertanyaan-pertanyaan itu dibiarkan menyesaki hati, dia malah mengungkung pikiran dan rasa untuk leluasa mencari jawab. Bebaskan saja pertanyaan-pertanyaan itu. Biarkan waktu yang menjawabnya. Siapa tau, ketika kita iklaskan, waktu malah memberikan jawabannya dan hidup menunjukkan jalan pengertian baru atas apa yang sulit kita pahami selama ini.
Semakin bertambah usia, semakin banyak hal yang perlu di lepaskan, di iklaskan.