Wednesday, June 03, 2009

Mengumpulkan Kepingan-Kepingan Pertanyaan Tentang Kebaikan


Aku adalah orang yang sangat beruntung. Dengan semua kesempatan untuk mengaktualisasikan diri, kesempatan untuk berada pada lingkungan yang mendukung, kesempatan untuk mendapat kesempatan lebih banyak lagi, keberanian untuk bersikap dan semua hal yang seringkali menjadi keniscayaan banyak orang, namun aku bisa mendapatkannya. Aku sangat mensyukuri semua ini. Aku benar-benar orang yang sangat beruntung.

Apakah keberuntunganku adalah suatu kebetulan belaka? sesuatu yang jatuh dari langit? rejeki nomplok yang datang tiba-tiba? atau keberuntungan adalah serangkaian perjalanan mengumpulkan kepingan-kepingan kebaikan yang ditemukan dalam hidup dan kebaikan adalah kepingan-kepingan yang tau-tau tanpa aku sadari telah menggunung ketika aku memungutinya terus menerus? Tapi bagaimana memilih yang ini kebaikan dan yang itu bukan, yang ini pantas untuk dipungut dan yang itu dibuang saja karena dianggap tidak berguna? apakah yang sesungguhnya menggerakan aku memunguti kebaikan-kebaikan itu?

Jika pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk menemukan kepingan-kepingan kebaikan itu, mengapa ada orang yang bisa mengumpulkan begitu banyak, sedangkan yang lain bahkan kesulitan menemukannya? Sama halnya dengan mengapa ada orang yang merasa beruntung dan ada pula yang merasa dirinya begitu malang?

"Kebaikan ada dalam diri manusia, tapi manusia perlu berjalan menuju kepada kebaikan itu untuk bisa mengapainya," itu menurut penjelasan romo Antonius Subiyanto Bunyamin.

Apakah kemudian kebaikan dan keberuntungan itu adalah sebuah "perjalanan menuju" kebaikan itu sendiri? Jalan seperti apa yang bisa mengantarkan seseorang pada kebaikan dirinya? Apakah 'jalan yang lurus atau jalan istiqomah' seperti yang Allah bilang dalam kitab sucinya? namun sebelum berjalan menuju kepada kebaikan, apakah kebaikan itu sesungguhnya jika ia adalah sesuatu yang terus menerus dicari olehku dan oleh semua mahluk di dunia ini?

[ ............ ]

Lagi-lagi, aku merasa beruntung bahwa pertanyaan-pertanyaan seperti ini muncul, bermain-main di benakku, seperti nyala yang memanduku untuk berjalan menuju dan mengumpulkan kepingan-kepingan itu..

Terima kasih telah memberiku kemampuan untuk bertanya..

2 comments:

POPCORN said...

so inspiring : )

dindie said...

buatku, ketika seseorang masih bisa bertanya kepada dirinya sendiri, berarti dia masih hidup :)

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails