Skip to main content

There Will Be Blood (2007)

* * * * *

Film ini pertama kali aku tonton di pesawat dengan subtitle bahasa arab (karena naik Qatar Airways). Berhubung Daniel Day Lewis pemeran utamanya aku nyari lagi DVDnya disini. Lumayan mahal.. tapi tak apalah.

Perjalanan ambisi Daniel Plainview (Daniel Day Lewis), spekulator minyak yang memulai karirnya dari nol sampai ia menjadi seseorang. Film garapan Paul Thomas Anderson ini mengangkat pertarungan dua ambisi atas nama uang yang diwakili karakter Daniel Plainview dan ambisi pendeta muda Ely Sunday (Paul Duno) yang mengatas namakan Tuhan untuk mengejar ambisi pribadinya.

Film yang menurutku drama dengan takaran yang pas tidak berlebih-lebihan, tapi karena casting yang tepat dan kemampuan Daniel Day Lewis yang total menghadirkan tokoh Daniel Plainview, mampu membuat penontonnya bergidik atas naluri kekejaman Plainview yang tersembunyi. Semua keramahan dan sisi manusiawi Plainview adalah kemampuannya untuk mengontrol ambisi dan kekejaman dalam dirinya. Day Lewis menghadirkan karakter Plainview seperti seorang samurai handal yang sangat tau kapan di detik keberapa dia harus mengentikan ayunan pedangnya setelah menebas habis leher musuh-musuhnya. Ga heran kalo perannya di film ini mengatar Day Lewis meraih Oscar kedua sebagai aktor pemeran utama terbaik 2008, setelah tahun 1990, ia memenangkan Oscar pertamanya untuk film My Left Foot.

Sementara Ely Sunday (Paul Duno) sebagai pendeta muda, ia terlalu naif ketika berhadapan dengan manusia seperti Plainview yang sudah kekajaman hidup yang tak terbayangkan. Bagi Plainview, Ely adalah anak kemarin sore yang begitu naif dan sembrono yang bisa menghalangi ambisinya.Kisah yang mengambil waktu di akhir abad 19 dan awal 20 ini, berfokus pada perjuangan Plainview membuka tambang minyak di Little Boston dan bagaimana usahanya itu berhadapan dengan ambisi Ely.

Music scorenya di garap dengan sangat baik oleh Johnny Greenwood, personil Radiohead. Greenwood mampu membangun suasana kekejaman itu bukan hanya mencekam tapi membuat penonton bergidik merasakan karakter tokoh-tokohnya.

Sekali lagi Daniel Day Lewis membuktikan totalitasnya sebagai aktor penting dalam sejarah perkembagnan film dunia.

Comments

Popular posts from this blog

Notes on a Scandal (2006)

* * * 1/2

Judi Dench memang tidak perlu di ragukan lagi aktingnya. Berperan sebagai seorang guru, perawan tua, bernama Barbara Covett. Kesepian, hidup dengan seekor kucing dan punya kecenderungan lesbian yang tak berani dia ekspresikan secara terbuka. Kisahnya dimulai saat Sheba Hart (Cate Blanchett), guru kesenian bergabung dengan sekolah tempat Barbara bekerja.

Dalam sekejap, pesona Sheba memikat Barbara, rekan gurunya yang lain dan seorang murid berusia lima belas tahun bernama Steven Connolly (Andrew Simpson). Dengan mudah Steven memanipulasi Sheba dengan cerita-cerita tentang dirinya yang mengundang simpati. Skandal guru dan murid pun tak bisa dihindari. Barbara yang mengetahui skandal ini, merasa bertanggung jawab melindungi Sheba supaya rahasia skandal itu tak terbongkar. Namun, diam-diam Barbara memanfaatkan Sheba untuk mengisi kekosongan dan kesepiannya selama ini. Barbara mencatat skandal tersebut dalam buku hariannya dan fantasi tentang kedekatannya dengan Sheba. Sampai akhir…

Hidup di Bandung Dasawarsa 80an - 90an

'Burako alm. jegger bonpis' foto by bapakku
Tiba-tiba saja, Bebeng bertanya: "Hey Len, maneh teh lainna budak SMP 20? Atuh gudang beas?" (hey len, bukankah kamu anak SMP 20? Gudang beras ya?). Aku yang ditanya begitu langsung balik menuding Bebeng " Hah? maneh teh budak 20 oge?" tawaku dan tawa Bebeng meledak. Tiba-tiba saja, aku dan Bebeng (yang setiap hari nongkrong di kantor AJI Bandung alias tetangga kamar tobucil) punya kesamaan sejarah, karena bersekolah di SMP yang sama. SMP yang sama sekali bukan SMP favorit (biasanya SMPN 4 tetangga kami, meledek anak-anak SMPN 20 dengan sebuatan sekolah gudang beras. SMPN 20 ini terletak persis di stasiun Cikudapateh).
Kenangan kami, ternyata ga jauh beda. Tentang: betapa 'beling'nya daerah kami di jaman remaja dulu. Anak-anak SMPN 20 Bandung (Jl. Centeh, Bandung) pasti ga asing dengan daerah-daerah di sekitarnya: Cinta Asih, Samoja, Gang Warta, Cicadas, Cibangkong, Karees, Cibunut, Alani, Kosambi, Babaka…

Anatomy of Hell (2004)

* * *

Nampaknya aku perlu memahami dan mengerti bagaimana orang Perancis bercerita. Seringkali, aku ga mudeng sama konsep, cerita, dan bahasa visual mereka, karena aku merasa seperti ga ada klimaksnya. Kejutan ada, tapi seringkali datang tiba-tiba dan bikin kening berkerut, karena.. "bentar, jadi sebenernya film ini tentang apa ya?"

Ya begitu juga aku merasakan Anatomy of Hell. Film yang digarap oleh sutradara kontroversialm, Catherine Breillat. Di Film ini, Catherine secara frontal dan vulgar mencoba menjelaskan tentang sisi keperempuanan yang selama ini seringkali tak dipahami oleh laki-laki dalam relasi seksual. Dibintangi oleh ex bintang porno Rocco Siffredi serta model Chanel dan Gaultier, Amira Casar, bagiku terasa sangat teatrikal. Dialognya, adegannya. Bahkan dalam adegan-adegan sex yang begitu vulgar. Jangan bayangkan, kalo film ini sekedar film tripel x. Bagiku, apa yagn ingin disampaikan Breillat sebenernya sesuatu yang menjadi keseharian dan begitu privat bagi pere…