Tuesday, May 19, 2009

Sherry Baby (2006)

* * *

Mmmm... mulai darimana ya komentarnya? Bayangin, seorang ibu_Sherry (Magie Gyllenhaal) baru bebas, setelah dipenjara bertahun-tahun karena kasus narkoba. Si ibu berusaha memulai kembali hidupnya, bukan cuma memulai, tapi juga menatanya kembali. Berusaha tetap bersih dari ketergantungan pada narkoba, berusaha jadi ibu yang baik dan berusaha berpandangan lebih positif pada dirinya sendiri. Tapi apakah mungkin semua itu bisa terjadi pada saat yang bersamaan?

Laurie Collyer, sang sutradara sekaligus penulis naskah film ini, berhasil bicara dengan bahasa yang sangat visual untuk cerita drama seperti ini. Tanpa percakapan verbal, penonton bisa tau apa yang sesungguhnya telah dialami oleh Sherry sehingga hidupnya kacau. Ada sebuah adegan yang mengesankan aku, ketika Sherry dan sodaranya Bobby (Brad William Henke) ada di sebuah restoran. Bobby bilang pada Sherry "Jangan kau kira aku tak tau apa yang telah kau lalui. Dan aku ada dipihakmu Sherry." Saat itu Sherry hanya bilang "kamu ga tau apa yang aku lalui" dan Sherry mengalihkan pembicaraan pada hal lain.

Adegan itu mucul setelah sebelumnya, Bobby, melihat saat Sherry mengadukan rasa sebalnya bahwa Alexis (Ryan Swimpkin) anaknya menjauh darinya, pada ayahnya (Sam Buttoms). Pada saat itu, sang ayah menghibur Sherry, sambil diam-diam menggerayangi Sherry. Pada saat Sherry tiba-tiba berhenti menangis dan pergi meninggalkan ayahnya begitu saja. Bobby yang diam-diam melihat, menampilkan ekspresi tak berdaya.

Tanpa harus menjelaskan apapun, penonton tau apa yang sesungguhnya dialami Sherry sebagai korban pelecehan ayahnya sendiri. Bagaimana hubungan Sherry dengan Dean Walker (Danny Trejo), memperkuat apa yang dia rindukan dari seorang lelaki. Yang juga kusuka dari film ini adalah karakter tokoh-tokohnya yang real. Bahwa sangatlah manusiawi, kemudian merasa ga mampu berjalan sendirian, ketika ingin memulai dan menata kembali hidupnya. Bagaimana perasaan-perasaan itu diungkapkan, selalu menarik untuk dicermati.

Yang membuatku tertarik untuk menonton dengan cermat film-film drama, adalah bagaiman kisah drama itu, tidak dikatakan secara verbal, tapi bisa dijelaskan dengan gesture dan ekpresi tokoh-tokohnya. Ga perlu ngomong semuanya, karena film punya kekuatan visual yang bisa bercerita dengan lebih dasyat. Itu yang masih langka kita temui di film-film Indonesia.

No comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails